021-893-4357 info@pimurho.co.id

Pendahuluan

Banyak orang mengalami masalah seperti listrik padam saat menyalakan peralatan bersamaan, atau tagihan listrik membengkak tanpa disadari. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara daya listrik terpasang dengan kebutuhan riil di rumah.

Dalam artikel ini, kami akan membahas cara praktis menghitung daya listrik yang Anda butuhkan agar penggunaan listrik lebih efisien dan aman.


1. Pahami Satuan Daya Listrik

Sebelum menghitung, penting memahami satuan daya listrik yang umum digunakan:

  • Watt (W): Satuan daya listrik
  • KiloWatt (kW): 1.000 Watt
  • VA (Volt-Ampere): Satuan kapasitas listrik yang digunakan PLN
    (Untuk rumah tangga, 1 VA ≈ 0,8 Watt tergantung faktor daya)

2. Buat Daftar Peralatan Listrik di Rumah

Contoh peralatan umum beserta konsumsi dayanya:

PeralatanDaya (Watt)Lama Pemakaian (jam/hari)
Lampu LED (10 buah)1005
Kulkas15024
Mesin Cuci3501
AC 1/2 PK4006
Televisi1004
Rice Cooker3002
Setrika3001

3. Hitung Total Daya Aktif

Jumlahkan semua daya peralatan:

plaintextCopyEdit100 (lampu) + 150 (kulkas) + 350 (mesin cuci) + 400 (AC) + 
100 (TV) + 300 (rice cooker) + 300 (setrika) = 1.700 Watt

Total Daya Aktif: 1.700 Watt


4. Tambahkan Margin Keamanan (20–30%)

Margin ini penting untuk mencegah trip saat peralatan dinyalakan bersamaan.

plaintextCopyEdit1.700 Watt x 1,3 = 2.210 Watt

5. Konversi ke Daya VA untuk PLN

Asumsikan faktor daya (power factor) 0,8:

plaintextCopyEdit2.210 Watt ÷ 0,8 = 2.762 VA

Rekomendasi daya listrik PLN:
Pembulatan ke atas → 3.300 VA


6. Rekomendasi Sesuai Kapasitas PLN

Berikut pilihan daya listrik rumah tangga dari PLN:

Daya (VA)Keterangan
900 VARumah kecil, hemat energi
1.300 VARumah tipe 36–45
2.200 VARumah dengan AC/mesin cuci ringan
3.300 VARumah modern dengan peralatan lengkap
4.400 VA+Rumah besar, banyak perangkat

Kesimpulan

Menghitung kebutuhan daya listrik sangat penting agar instalasi tetap aman, efisien, dan tagihan tetap terkendali. Selalu sesuaikan daya dengan jumlah dan jenis perangkat yang digunakan. Bila ragu, konsultasikan dengan teknisi listrik bersertifikat.

Catatan: Jangan hanya mengandalkan daya yang “cukup hidup”, tapi perhitungkan juga efisiensi dan pertumbuhan kebutuhan di masa depan.