021-893-4357 info@pimurho.co.id

1. Apa Itu Power Factor?

Power factor atau faktor daya adalah ukuran efisiensi penggunaan energi listrik dalam suatu sistem.
Secara sederhana, power factor menunjukkan seberapa efektif listrik yang disuplai dari PLN digunakan untuk menjalankan peralatan.
Nilai power factor = 1 (atau 100%) berarti semua daya listrik digunakan secara efisien.
Namun, jika power factor lebih rendah (misalnya 0,7), maka sebagian daya terbuang dalam bentuk energi reaktif.


2. Dampak Power Factor Rendah

Power factor yang rendah sering terjadi di pabrik atau gedung besar karena banyaknya peralatan induktif seperti:

  • Motor listrik
  • Transformator
  • AC sentral
  • Mesin las
  • Pompa dan kompresor

Akibat dari power factor rendah antara lain:

  • Tagihan listrik meningkat, karena PLN mengenakan penalti untuk power factor di bawah standar (biasanya < 0,85).
  • Kapasitas jaringan berkurang, sebab arus listrik yang lebih besar dibutuhkan untuk daya aktif yang sama.
  • Overheating pada kabel dan trafo, yang bisa memperpendek umur peralatan listrik.
  • Penurunan efisiensi sistem, sehingga energi lebih boros.

3. Apa Itu Power Factor Correction (PFC)?

Power Factor Correction (PFC) adalah upaya memperbaiki nilai faktor daya agar mendekati 1, biasanya dengan memasang kapasitor bank atau perangkat kompensasi daya reaktif lainnya.
Kapasitor berfungsi menyeimbangkan beban induktif dengan menyediakan daya reaktif secara lokal, sehingga aliran daya dari sumber utama berkurang.


4. Manfaat Power Factor Correction

Implementasi sistem PFC memberikan berbagai keuntungan nyata, seperti:

  • Menghemat biaya listrik dengan menghindari penalti faktor daya dari PLN.
  • Meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan rugi daya pada jaringan distribusi.
  • Menambah kapasitas sistem listrik tanpa harus meningkatkan rating transformator atau kabel.
  • Mengurangi panas berlebih dan risiko kerusakan peralatan.
  • Menjaga kestabilan tegangan dan kualitas daya.

5. Jenis-Jenis Power Factor Correction

Beberapa metode umum yang digunakan antara lain:

  • Kapasitor Bank Manual: Dioperasikan secara manual sesuai kebutuhan.
  • Automatic Power Factor Controller (APFC): Mengatur kapasitor secara otomatis berdasarkan kondisi beban.
  • Active PFC: Menggunakan elektronik daya canggih untuk kompensasi dinamis (lebih presisi, cocok untuk sistem sensitif).

6. Kesimpulan

Power Factor Correction bukan hanya sekadar solusi teknis, tetapi juga investasi efisiensi energi bagi pabrik dan gedung besar.
Dengan PFC yang tepat, perusahaan dapat:

  • Menekan biaya operasional,
  • Meningkatkan umur peralatan,
  • Dan mendukung keberlanjutan energi yang lebih efisien.